Mas Agus

Hari-hari ini setiap menyusuri jalan raya di pagi hari untuk menjadi sekrup kapitalis, saya melihat baliho Mas Agus yang lama-lama kok membuat kesengsem ya.

Dalam baliho itu terpampang jelas foto Mas Agus mengenakan pakaian dominasi warna hitam. Tidak lupa atribut penghargaan dan pangkat militer. Dengan peci hitam khas Indonesia, Mas AHY terlihat seolah-olah sedang berjalan ke depan. Plus dengan tagline, Sekarang dan Masa Depan.

Mirip benar dengan poster-poster film Tom Cruise.

Poster itu seolah-olah ingin menunjukkan bahwa Mas Agus adalah orang yang tepat untuk menyelamatkan dan memperbaiki kondisi negeri ini.

Tatapan Mas Agus tajam, penuh keyakinan. Langkahnya terlihat mantap.

Ini memberi pesan kepada khalayak bahwa Mas Agus siap untuk terjun ke medan laga. Ia dengan penuh percaya diri siap untuk bertempur.

Warna hitam itu melambangkan keanggunan, percaya diri, kuat, maskulin, dramatis, misterius, dan ketegasan. Ia juga bisa berarti stylish, elegan dan seksi.

Lihat, pinter tenan pancen konsultan e keluarga keturunan Raden Wijaya ini, dari pilihan warna pakaian saja sudah mengirim pesan bahwa ia adalah kontradiksi dari pemimpin negeri saat ini.

Tak lupa pakai peci hitam, khas Indonesia. Simbol umat islam Indonesia.

Tagline sekarang dan masa depan, bahwa Mas Agus ini ya benar-benar dibutuhkan saat ini. Sekarang ini, saat situasi negeri sedang kacau balau. Dan juga di masa depan, bahwa masa depan yang ditawarkan oleh Mas Agus ini bakalan cerah. Bakalan terang, seperti background fotonya.

Tulisan masa depan pun diblok dengan warna biru; warnanya Partai Demokrat. Jadi di masa depan itu waktunya Demokrat kembali memimpin.

Saya kira, kalau saya yang cowok tulen aja lama-lama bisa kesengsem melihat foto Mas AHY setiap hari, apalagi para adek-adek emes. Dan juga para mamah muda, karena Mas AHY ini juga merupakan papah newbie panutan.

Poster ini saya kira tak dibuat sembarangan. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa foto dengan pose ini, plus semua dandannya sudah mempertimbangkan berbagai macam aspek psikologis dan sosiologis khalayak. Dan memang sudah semestinya seperti itu. Bukan cuma ngedit foto neng billboard doang.

Tapi ini ya cuma pendapat saja sebagai pengamat politik partikelir. Rasah dianggep serius, lha wong sing aku serius nduwe gelar magister dari kampus terbaik sak Indonesia Raya wae kowe ra percoyo.

IMG_20180724_135402

Debat Jakarta

Akan ramai. Pilkada sebentar lagi, debat mulai digelar di televisi. Semua bersaing untuk mengkampanyekan ide. Program dan janji.

Saling sikut, saling serang antar calon. Hal ini wajar, dan itu bagus bagi perkembangan wacana kita.

Melihat sepintas, Agus berapi-api. Pidatonya berbeda style dengan ayahandanya yang kalem. Analisanya saya kira umum. Saya lihat referensinya menyebut-nyebut negara lain.

Basuki cenderung mengkampanyekan hal-hal yang sudah ia lakukan. Dan itu wajar, karena dia petahana. Pamer prestasi dan keberhasilan. Sah-sah saja. Siapa pun petahana harusnya juga begitu.

Anies, mempesona retorikanya. Sepintas segmen dua, punch line-nya menohok. “Ada ikan, ada kail tapi kalau gak ada kolam. Maka kami ingin memastikan ada kolamnya itu dulu,” katanya.

Tapi, semua analisa dan program yang disampikan Agus, Basuki, Anies bahkan Sandi dan Djarot sekalipun akan tetap Keok bila berhadapan dengan perkataan Ibu Silvy.

Saat Ibu Silvy sudah bicara, maka rontok semua alasan-alasan yang disampaikan yang lain. Tidak ada alasan yang akan didengar dan diperhatikan. Kenapa? Karena wanita selalu benar.

Angin Politik Jogja

Hari ini, Selasa (22/11), hujan disertai angin kencang melanda kawasan kota Jogja. Sehari sebelumnya, angin kencang telah menumbangkan pohon-pohon di sekitaran Gambiran, Semaki, dan kawasan lain yang tidak saya ketahui. Saya tahu daerah itu soalnya lewat situ semalam.

Pada musim pancaroba seperti ini memang kawasan kota Jogja adalah kawasan yang paling berpotensi diterjang angin puting beliung, dibandingkan kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kenapa? Begini penjelasannya berdasarkan kajian dosen meteorologi dan klimatologi, bahwa angin itu terjadi karena ada perbedaan tekanan. Angin mengalir dari kawasan yang bersuhu dingin [tekanan tinggi] ke kawasan yang bersuhu panas [tekanan rendah].

Alhamdulillah, saat Pak Hadori [dosen saya] menerangkan materi ini, saya pas masuk kelas dan tidak ketiduran.

Nah, kawasan kota Jogja adalah sebuah kawasan yang memiliki suhu udara lebih panas dibandingkan kawasan lainnya. Hal ini menyebabkan Kota Yogyakarta menjadi pusat tekanan yang menghisap masa udara dari arah sekitarnya. Maka angin kencang selalu mengarah ke situ.

Bila tingkat perbedaan suhu udaranya terlalu ekstrem, terjadi perubahan suhu secara drastis, maka angin puting beliung kemungkinan besar bisa terjadi. Daya rusak angin ini begitu besar, dalam kisah Naruto sendiri dikatakan bahwa elemen angin mempunyai daya rusak paling besar dibandingkan elemen air, api, petir, ataupun tanah.

Secara lebih lengkap begini penjelasan soal angin puting beliung ini.

Bahwa terjadinya puting beliung dimulai dengan fase tumbuh. Di dalam awan terjadi arus udara yang naik ke atas dengan tekanan yang cukup kuat. Pada fase ini proses terjadinya hujan belum turun karena titik-titik air serta kristal es masih tertahan oleh arus udara yang bergerak naik menuju puncak awan.

Selanjutnya masuk fase dewasa. Dalam fase ini, titik-titik air yang tidak lagi tertahan oleh udara akan naik menuju puncak awan. Hujan kemudian akan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara yang naik dan yang turun.

Pada fase ini, temperatur massa udara yang turun memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan udara disekelilingnya. Pada arus udara yang naik ataupun turun dapat timbul arus geser yang memuntir lalu membentuk pusaran.

Arus udara yang berputar semakin lama semakin cepat akan membentuk sebuah siklon yang “menjilat” bumi atau yang disebut pula dengan angin puting beliung. Angin puting beliung, dapat disertai dengan hujan yang deras dan membentuk pancaran air.

Terakhir adalah fase punah. Dalam masa punah, tidak ada massa udara yang naik namun massa udara akan meluas di seluruh awan. Pada akhirnya proses terjadinya awan mengalami kondensasi akan berhenti dan udara turun melemah sehingga pertumbuhan awan akan berakhir.

Nah, yang menarik ternyata angin puting beliung perpolitikan saat ini tidak mengalir kencang di Kota Jogja, yang bila dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, tentu suhunya lebih panas. Tapi entah kenapa angin politik di kota ini hanya sepoi-sepoi saja.

Kuatirnya angin sepoi-sepoi ini melenakan para pemilih, dan membuat mereka malah “leyeh-leyeh” dan malas untuk mencoblos.

Wagu yoben, jeneng e mung utak atik gathuk…

Donald

Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar, aku seringkali dibelikan oleh Ibu Majalah Donal Bebek. Yang aslinya Donald Duck. Isinya komik kisah sehari-hari Donal, tapi bentuknya majalah. Terbit dua minggu sekali. Tiap selasa dan kamis.

Donal menemani hari-hariku. Setelah pulang sekolah, aku ambil si Donal dan mulai membacanya sambil makan. Bila semua sudah aku baca, aku baca lagi berulang-ulang sampai terbit yang baru.

Donal Bebek adalah karakter Disney yang paling terkenal. DIgambarkan sebagai seekor bebek yang mengenakan baju pelaut biru tanpa celana. Mungkin sulit juga menggambar Donal pakai celana.

Donal mempunyai nama lengkap Donald Fauntleroy Duck. Tampil pertama kali pada tanggal 9 Juni 1934 dalam film kartun “the Wise Little Hen.” Nah, kalau dalam film suara si Donal ini sangat-sangat khas dan unik. Week.. weeekk.. weeekk.. serak-serak, gak jelas gitu.

Suara khasnya merupakan hasil kerja dari pengisi suaranya, yaitu Clarence “Ducky” Nash. Karyanya inilah yang berhasil mengangkat Donal dan tertanam pada pemirsanya sebagai karakter dengan ciri khas yang unik.

Dalam cerita Donal selalu digambarkan sebagai sosok yang cerewet, mudah marah, tidak terampil, bermulut besar, egois, dan sok jagoan. Namun, Donal punya kebaikan hati. Dia digambarkan sebagai tokoh yang penuh kesialan, tapi hatinya putih dan tulus. Seputih bulu-bulunya.

Apa yang selalu dia coba lakukan, selalu berakhir dengan kegagalan -dan juga kesialan. Misalnya saat Donal ingin memperbaiki mobil, pastilah ada adegan saat kepalanya kejatuhan kap mobil. Saat dia ingin merayu Daisy Duck, pastilah ada adegan dia malah ditampar oleh Daisy.

Saat ada adegan berantem, Donal-lah yang akan lari terbirit-birit pertama. Atau dia akan bertanding dengan takut-takut dan langsung K.O.

Si Donal juga terkenal sebagai tokoh yang sering dipecat dan berganti-ganti pekerjaan. Nah, karena itulah dia sering tampil di mana saja dalam acara Disney. Lha wong, tokoh serabutan. Dan itu yang membuatnya menjadi makin terkenal.

Di negara asalnya sana, Amerika, ada Donald yang juga menggunakan modal “bermulut besar”, serampangan, egois namun terpilih menjadi Presiden. 

Politik Tak Sebercanda Itu..

Dalam foto itu tampak Jonan sedang tidur terlelap di bangku kereta. Kelelahan setelah berhari-hari memantau Posko Angkutan Lebaran. Saat itu Jonan masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.

Foto itu lalu viral. Publik memandangnya sebagai bukti kerja keras dan dedikasi Jonan. Bahkan salah satu media online sampai membuat caption pada foto itu, “Jonan tidur pulas tanpa melepas kaos kakinya. Dia tidur seakan tak peduli dengan image ‘dirut’ yang disandangnya.” [ https://www.merdeka.com/peristiwa/4-foto-pejabat-dan-aparat-sedang-tidur-ini-bikin-heboh.html ]

Tak pelak lagi, foto itu secara langsung atau tidak langsung, yang kemudian membawa Jonan menduduki kursi Menteri Perhubungan dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

Jokowi pun punya pesan khusus kepada Jonan. “Nanti Pak Jonan tidak hanya tidur di kereta, tapi juga di kapal sama pesawat,” ujar Jokowi. [https://www.merdeka.com/uang/presiden-jokowi-minta-jonan-tak-hanya-tidur-di-gerbong-kereta.html]

Dua tahun menjabat sebagai menteri ternyata Jonan punya banyak “catatan” di mata publik. Yang paling kentara tentu keputusan Jonan melarang Gojek dan aplikasi ride sharing online yang kemudian “direvisi” setelah Jokowi membuat pernyataan yang malah mendukung Gojek.

Selain itu Jonan juga berbeda pendapat soal kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan terakhir adalah peristiwa kemacetan di pintu tol Brebes yang menelan korban meninggal 12 orang.

Belum sempat ada foto yang viral soal Jonan melaksanakan permintaan Jokowi untuk tidur di pesawat atau di kapal, karena catatan di atas, Jonan lalu di depak dari kursi menteri.

Saat Jonan diganti itu, ada satu nama baru yang duduk menjadi menteri; Arcandra Tahar.

Arcandra dipilih untuk menggantikan Sudirman Said sebagai Menteri ESDM. Sebelumnya Arcandra memang tak dikenal publik Indonesia, itu karena memang kiprahnya lebih banyak di Amerika.

Arcandra dipanggil “pulang” untuk membantu membenahi sektor energi di tanah airnya. Dan dia memenuhi panggilan mulia itu.

Namun Arcandra cuma menjabat menteri selama 20 hari saja. Status dwikewarganegaraannya mencuat dan menjadi polemik, yang akhirnya membuat Jokowi mesti memberhentikan Arcandra dengan hormat. 

Kini, Jonan dan Arcandra kembali lagi dalam kabinet. Dengan posisi yang berbeda, Jonan jadi menteri ESDM sedangkan Arcandra terpaksa turun pangkat jadi wakilnya.

Kenapa Arcandra diangkat lagi? Mungkin Anda akan bertanya seperti itu.

Saya juga tidak tahu jawabannya. Mungkin sebenarnya Jokowi ingin mengangkat Arcandra sebagai menteri, namun tentu saja hal itu akan tampak “wagu” di mata publik.

Lalu kenapa mesti Jonan yang jadi menteri? Bukankah dia jadi menhub saja diganti? Saya juga tidak tahu pasti jawabannya. Anda bisa menerka dan menafsirkan, namun yang pasti -meminjam istilah Nusron- hanya Jokowi sendiri yang tahu maksud dan alasannya.

Mari kita tunggu saja kiprah duet ini dalam mengelola energi dan sumber daya mineral Indonesia.

Namun melihat kondisi perpolitikan saat ini, saya jadi teringat ungkapan fenomenal Sujiwo Tejo itu. Tentu dengan revisi satu kata agar cocok dengan tulisan ini;

“… politik tak sebercanda itu…”