Berita Kematian

“Di muka pintu masih tergantung tanda kabung, seakan ia tak akan kembali. Ya, memang ia tak kembali..”

Ya, ia memang tak akan kembali. Kematian telah menjemputnya menuju Tuhannya. Kematian datang tanpa mengetuk pintu. Tanpa ada surat peringatan sebelumnya. Ia datang tiba-tiba.

Pagi tadi, saya menerima sms itu. Berita kematian. Yang tiada kawan saya. Usianya dibawah saya. Setelah berjuang melawan berbagai macam sakit komplikasi, akhirnya ia tak kuasa melawan kematian.

“Tapi ada yang mereka tak mengerti. Mengapa ia tinggal diam waktu berpisah, bahkan tak ada kesan kesedihan pada muka dan mata itu yang terus memandang. Seakan mau bilang dengan bangga: matiku muda!”

Ada yang selalu tak kita mengerti saat kematian menjemput orang terkasih diantara kita. Apalagi yang usianya masih muda.

Kenapa harus dia? Kenapa harus sekarang? Begitulah pertanyaan yang mungkin lalu muncul di benak kita.

“Ada baiknya mati muda dan mengikut mereka yang gugur sebelum waktunya.”

Ya, usia terbaik -kata Gie- adalah tak pernah dilahirkan. Berikutnya yang mati muda.

Teringat pesan Rasulullah Saw, “cukuplah kematian itu sebagai peringatan.” Cukuplah bahwa kematianlah kita akan berujung. Dan saat mati itu, apa yang kita miliki di dunia ini, harta, rumah, materi, tak akan kita bawa ke liang kubur. Keucali amal sholeh.

Cukuplah kematian sebagai peringatan. Bahwa sesungguhnya ada hidup setelah mati. Bahwa orang yang amal kebaikannya untuk banyak orang sesungguhnya akan terus dikenang dan tak pernah mati.
Maka tiap kali berita kematian datang, kita menunduk pada diri sendiri; sudahkah bekal amalku cukup? Berapa banyak orang yang menangisi kepergianku? Atau justru berapa banyak yang senang atasnya?

“Dan kematian makin akrab..,” kata subagyo sastrowardoyo.

Risalah Jomblo (bag. 3)

# Malam minggu dan hujan deras adalah waktu yang paling disukai oleh para jomblo. Bukan semata karena waktu hujan doa mustajab, tapi karena bila ditanya ‘malam ini mau kemana?’ Ia punya alasan menjawab; di rumah saja.

# Jomblo itu orang yang pintar. Dan ia sangat pandai berkomunikasi. Ya, jomblo itu pintar dalam menyembunyikan kesendiriannya. Ia selalu membungkua kesendiriannya dengan kalimat-kalimat meyakinkan. Kalau ada acara pasti ia mengajak salah seorang teman. Ya itu digunakan sebagai kamuflase kalau dia sebenarnya masih jomblo.

# Makanan yang paling sering dikonsumsi para jomblo adalah “makan hati” :/

# Seorang jomblo, sekaku apa pun orangnya. Segalak apa pun dulunya, selugu apa pun bentuknya, sebloon apa pun tampangnya, ia tiba-tiba saja bisa berubah menjadi sangat romantis melankolik ketika sedang jatuh cinta.

# Cinta tidak harus memiliki. Nah, ini adalah kutipan paling favorit bagi para jomblo. :/

# Para jomblo selalu menyediakan mp3 lagu bujangan-koes plus di gadgetnya. Hal ini untuk menghibur diri bahwa ia masih bisa ‘kemana-mana asalkan suka, tiada orang yang melarang.’ Namun dalam hati terdalam ia nyesek karena kemana-mana tanpa pasangan.

# Para jomblo ketika datang ke kondangan yang ia perhatikan adalah sajian dan tamu undangan. Ketika itu ia menancapkan ‘radar neptunusnya’ untuk mencari-cari, siapa tahu dapat jodoh disitu. :/

# Para jomblo hebat, adalah jomblo yang menjaga kehormatan kejombloannya. Ini baru luar biasa……!!

# Hehe…besok sambung lagi ya, buat bercandaan aja deh…:-)

Risalah Jomblo (bag. 1)

# Bagi para jomblo, pemberian yang paling berharga bukanlah uang, permata, blackberry, iphone, ataupun mobil mazda 2. Bagi para jomblo pemberian yang paling berharga adalah diberi HARAPAN.

# Sedikit harapan saja sudah membuat hati para jomblo melambung tinggi. Jauh. Terbang terus ke angkasa. Hingga ia lupa bahwa harapan itu bisa seperti benih tanaman, dan juga bisa jadi seperti balon busa.

# Hati para jomblo adalah mainan terbaik. Maka berhati-hatilah memainkannya.

# Kemampuan yang wajib dimiliki oleh para jomblo adalah ‘tebar pesona.’ Para jomblo harus belajar ilmu marketing. Dan betul-betul menguasainya. Sampai tingkatan doktoral. Ini agar para jomblo bisa mempromosikan dirinya. Namun inti ilmu ini yang paling penting agat para jomblo tahu kualitas dirinya sendiri. Untuk dioptomalkan dan untuk ditingkatkan.

# Para jomblo harusnya seorang pelari yang paling baik. Ada tipe jomblo yang lari seperti marathon, pelan namun pasti. Tipe pelari jatak pendek, cepat dan langsung melsesat. Pelari halang rintang, penuh kesulitan dan tantangan. Para jomblo semuanya seorang pelaro. Yah, minimal lari dari masa lalu. Move on!

# Para jomblo itu punya kekonyolan. Dan konyol yang paling parah adalah ia merasa ditaksir banyak orang. Padahal kalau ia ditaksir banyak orang, seharusnya ia tidak jomblo lagi kan?!

# Obat paling mujarab bagi para jomblo tidak semata nasehat. Yang lebih efektif adalah dinikahkan.

# Hehe…sambung lagi esok 🙂 jangan terlalu dianggap serius yah…