Risalah Jomblo (bag. 4)

# Para jomblo sekarang nyesek kalau  nonton sinetron rumana, karena sekarang di sinetron itu sekarang satu per satu semuanya udah dapat jodoh. Yah, yang belum cuma si haji muhidin ma mak enok seh. :/

# Para jomblo dulu punya optimisme, bahwa jumlah wanita selalu lebih banyak dari jumlah pria. Namun semakin lama ia semakin ragu, apakah teori itu benar dan masih berlaku. Kenapa? Karena tiap kali jomblo mendekati seseorang, apalagi yang mempesona, ternyata wanita itu selalu sudah ada pasangannya.

# Para jomblo adalah orang yang sangat aktif di dunia maya. Salah satunya di social media, yaitu twitter. Hal ini ia lakukan untuk mengusir keaendiriannga, namun tiap kali ngetwit ia pasti selalu ‘no mensyen.’ Karena tidak ada seaeorang spesial yang bisa di mensyen.

# Sekarang baru marak yang namanya TPPU ( Tindak Pidana Pencucian Uang). Jomblo juga pengen lho dikenakan pasal TPPO, yaitu Tindak Pidana Pencucian Otak. Agar ia bisa melupakan masa lalunya dan segera move on.

# Para jomblo hobinya modusin wanita mulu. Pura-pura pinjam catatan kuliah, pura-pura pinjam hape, pura-pura ini-itu, yang paling parah adalah pura-pura pingsan di depannya. đŸ˜€

# Para jomblo yang terkena patah hati tiap kali ada seseorang yang mendekati ia selalu sok jual mahal. Lagu favoritnya adalah “jangan memilih aku, bila kau tak mampu setia. Kau tak mengerti aku, diriku, yang pernah terluka.”

# Jomblo harus siap-siap. Jangan terlalu berharap sama seseorang. Karena dibalik satu wanita, apalagi yang mempesona, ada minimal 5 cowok yang nge-fans sama dia. Para jomblo sebaiknya berharap saja sama Tuhan, Tuhan tak pernah mengecewakan.

# Jomblo itu bisa menimpa siapa saja. Tak peduli kamu cakep, kurang cakep, cerdas, kaya, anak bangsawan atau apa pun itu. Jomblo itu bisa menimpa siapa saja. Waspadalah! Waspadalah!

# Mengatasi kejombloan? Segera nikah ajaaa cuyyy…..:-)

# Ketika ada seseorang yang mendekati seorang jomblo, waspada dulu bro. Jangan terlalu senang! Jangan terlalu gembira! Jangan terlalu berharap! Siapa tahu kamu hanyalah mainan saat ia sedang bosan. :/

# Hehehee…cuma bercandaan doang, jangan terlalu serius lah…..

Risalah Jomblo (bag. 3)

# Malam minggu dan hujan deras adalah waktu yang paling disukai oleh para jomblo. Bukan semata karena waktu hujan doa mustajab, tapi karena bila ditanya ‘malam ini mau kemana?’ Ia punya alasan menjawab; di rumah saja.

# Jomblo itu orang yang pintar. Dan ia sangat pandai berkomunikasi. Ya, jomblo itu pintar dalam menyembunyikan kesendiriannya. Ia selalu membungkua kesendiriannya dengan kalimat-kalimat meyakinkan. Kalau ada acara pasti ia mengajak salah seorang teman. Ya itu digunakan sebagai kamuflase kalau dia sebenarnya masih jomblo.

# Makanan yang paling sering dikonsumsi para jomblo adalah “makan hati” :/

# Seorang jomblo, sekaku apa pun orangnya. Segalak apa pun dulunya, selugu apa pun bentuknya, sebloon apa pun tampangnya, ia tiba-tiba saja bisa berubah menjadi sangat romantis melankolik ketika sedang jatuh cinta.

# Cinta tidak harus memiliki. Nah, ini adalah kutipan paling favorit bagi para jomblo. :/

# Para jomblo selalu menyediakan mp3 lagu bujangan-koes plus di gadgetnya. Hal ini untuk menghibur diri bahwa ia masih bisa ‘kemana-mana asalkan suka, tiada orang yang melarang.’ Namun dalam hati terdalam ia nyesek karena kemana-mana tanpa pasangan.

# Para jomblo ketika datang ke kondangan yang ia perhatikan adalah sajian dan tamu undangan. Ketika itu ia menancapkan ‘radar neptunusnya’ untuk mencari-cari, siapa tahu dapat jodoh disitu. :/

# Para jomblo hebat, adalah jomblo yang menjaga kehormatan kejombloannya. Ini baru luar biasa……!!

# Hehe…besok sambung lagi ya, buat bercandaan aja deh…:-)

Spongebob Galau

Beginilah kalau SPonge bob baru galau..! Yah manusia juga ada sifat konyolnya ya, walaupun di luar terlihat gagah ataupun cerdas, namun saat harus bercanda ria bisa sekonyol mungkin…wakakakaka…….

 

Kegalauan pengangguran, ada saran?

Kalau ditanya tentang perasaan telah lulus kuliah, tentu kebanyakan orang akan menjawab; senang dan bangga. Tapi saya malah merasakan kegalaun yang luar biasa.

Bukannya saya tidak bangga menyandang gelar sarjana. Gelar yang baru saya dapatkan setelah menempuh kuliah selama kurang lebih 5 tahun. Lebih lama dari rata-rata kelulusan kebanyakan mahasiswa. Tentu saya bangga, tapi yang menjadi kegalauan ialah; mau apa setelah lulus?

Pertanyaan itulah yang menggelayuti pikiran saya. Menyertai setiap langkah saya kemana pun, seperti diikuti oleh hantu gentayangan. Mungkin beberapa orang akan menjawab dengan mudah; cari kerja dong. Tapi saya harus cari kerja kemana? Saya seorang lulusan jurusan kependidikan. Apakan jumlah sekolah yang membuka lowongan guru cukup untuk menampung kurang lebih 4000 orang sarjana, yang saya salah satunya? Kalau saya diterima lalu kemana 3999 sarjana lainnya? dan mungkin 3999 orang itu juga punya pikiran yang sama. Kegalauan yang sama. Baca lebih lanjut

Galau

"galau"Jujur, saya tidak terlalu pandai untuk menulis puisi. Kemampuan membaca puisi pun hanya pas-pasan. Tapi, menurut teman saya, puisi adalah sesuatu untuk dinikmati, bukan sekadar dinilai. Bagus atau tidaknya sebuah pusi, tergantung bisa tidaknya kita menikmati puisi itu.

Puisi, lanjutnya, adalah perasaan, ataupun ungkapan jiwa yang diutarakan lewat bahasa. Maka, puisi menggambarkan kondisi jiwa seseorang atau lingkungan sekitarnya.

Berikut ini, merupakan puisi yang menggambarkan kegalauan hati saya. Saat itu, hati saya bimbang. Dihadapkan dengan berbagai keputusan yang sulit. Hal itu membuat hati saya terombang-ambing oleh berbagai tekanan. Saya mengibaratkan, daun yang terayun-ayun oleh angin.

Saya tak tahu harus bagaimana? Apa yang harus dilakukan?

Alhasil, daun kering itu pun jatuh. Hati saya luruh. Gugur karena terpaan angin.

 

Hatiku galau,

ia bagaikan selembar daun kering,

yang terayun-ayun diterpa angin,

lima

tiga

satu

:gugur!

 

Gugur

Juni 15, 2011

Triyanto P. Nugroho