Coutinho

Selain transfer Neymar dari Barca ke PSG dengan harga gila-gilaan, tak ada yang menarik perhatian saya lagi soal jual beli, khususnya pemain yang di datangkan Barca. Termasuk saat pemain pengganti Neymar adalah nama yang kurang dikenal.
 
Tapi lain soal saat nama Coutinho dikabarkan akan bergabung dengan Messi dan kawan-kawan.
 
Mendengar transfer Coutinho yang konon bakal terjadi di Januari bulan Januari ini membuat saya antusias. Pemain bernomor 10 Liverpool ini adalah sosok yang pas untuk mengisi kekosongan di lini tengah-depan Barca. Coutinho, saya kira, punya skill yang lebih pas untuk Barca dibandingkan Neymar.
 
Neymar jelas punya keungguan agresivitas menyerang, dengan teknik gocekan dan drible bola yang sulit ditandingi. Saya selalu terkesima dengan teknik “goyangan kakinya” saat hendak melewati pemain lawan. Ia memang kreatif, imajinasi permainannya layaknya seorang seniman, tapi setiap pemain kreatif selalu punya satu kekurangan; kurang efisien.
 
Nah, Coutinho punya kelebihan itu; skill tinggi namun gaya bermain tetap efisien. Pemain asal Brasil ini punya akurasi umpan dan crossing yang lebih bagus. Tapi yang lebih fundamental dalam diri Coutinho dan seringkali di idamkan oleh pelatih di seluruh dunia adalah ia mampu mengatur ritme permainan dan membangun serangan dengan baik serta punya daya magis untuk menciptakan peluang.
 
Ya, mengatur ritme. Mengatur serangan. Menciptakan peluang.
 
Ia bisa menjadi motor dan jantung tim dalam sebuah permainan, seperti Atsushi Kamiya dalam manga Shoot. Kamiya adalah pemain tengah yang menjadi motor permainan Kekagawa. Ia adalah ahli strategi tim, kemampuannya dalam “game-making” membuatnya menjadi pemain yang berbahaya di lini tengah, dan ia juga punya “killer pass” yang bakal mengobrak-abrik barisan pertahanan lawan dan memanjakan para penyerang.
 
Coutinho akan sama seperti Kamiya di Kakegawa. Ia bisa menjadi pemain yang bakal membuat Messi untuk lebih sering melakukan “aksi yang tak pernah kita duga, tapi tiba-tiba saja terjadi.” Begitu kan sifatnya Messi. Seringkali saat melihatnya membawa bola, para penonton akan dibuat untuk menahan nafas sejenak dan bertanya-tanya, “iki uwong jut arep kepiye?” Dan “boom!” Tiba-tiba terjadi gerak gesit yang entah bagaimana ia bisa melakukannya dan pemain lawan cuma melongo doang.
 
Itulah Messi.
 
Maka bila Coutinho jadi bergabung, ia bakalan melengkapi puzzle tim.
 
Tapi mungkinkah itu terjadi?
 
Berita terbaru menyebutkan Barca tengah mendekati Liverpool dan menawarkan duit sebesar 140 juta poundsterling atau sekitar 2,2 trilliun rupiah. Memang harga pemain bola akhir-akhir ini cenderung tidak masuk akal.
 
Edyaaann!
 
Bagi saya yang mengais dollar secuil, membayangkan 140 juta poundsterling tentu saja sangat luar biasa banyaknya. Tapi bagi tim sekaya Barca, yang tempo lalu mendapat untung besar dari penjualan Neymar, harga segitu masih “profit”lah.
 
Entah bagaimana hitung-hitungan bisnisnya, atau apakah begitu cara tim besar menghargai skill dan potensi pemain, saya tidak tahu. Biarlah lapangan yang akan membuktikannya.
 
Dapat nomor punggung berapa Coutinho di Barca ya?

 

Bola Ganteng Maksimal

Bola Ganteng Maksimal

“Peluang matang yang GANTENG MAKSIMAL dari Evan Dimas….”

Begitulah kata komentator pada pertandingan Sea Games U-23. Saya menyaksikan pertandingan itu lewat televisi saja, maklum tak cukup ongkos walau sekadar naik pesawat selama dua jam. Dan akhirnya saya mafhum bahwa kata-kata yang cukup aneh bin menggelitik itu adalah pesan sponsor.

Walaupun sedikit wagu dan jayus, namun saya rasa tak ada nada ragu dari komentator untuk menyebut Ganteng Maksimal dalam rentang waktu tertentu secara periodik.

Sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari sejagad ini, karena itulah sepakbola selalu menarik perhatian para sponsor dan terutama bandar judi. Beberapa produk terkenal selalu rebutan mejeng pada even besar sepakbola. Semua even pun diadakan. Mulai pertandingan liga hingga dunia. Bahkan pertandingan tarkam pun jadi rebutan sponsor, dan bandar judi tentunya.

Dan tahukah Anda berapa jumlah uang yang berputar dari sepakbola?

Ambil contoh, katakanlah pemasukan FIFA –induk sepakbola dunia- sewaktu menyelenggarakan Piala Dunia di Brasil tahun lalu, FIFA mampu meraup £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 28 triliun. Edan! Kalau ditulis itu sekitar 28.000.000.000.000, buat beli kerupuk bisa menenggelamkan Jogja dalam lautan kerupuk.

Maka tak heran bila ada yang mengatakan bila ingin sepak bola maju makan sepak bola harus bisa menjadi industri; Industri Sepak bola. Industri ini yang akan menopang dan memacu kreativitas dan kompetitif klub, pemain, bahkan negara untuk selalu mencetak pemain-pemain dan pertandingan hebat.

Semakin hebat klub yang dibangun maka akan semakin kaya. Ini sudah menjadi semacam rumus paten ekonomi sepakbola.

Sebut saja misalnya klub terkaya di dunia, yaitu Real Madrid yang punya kekayaan sebesar USD 3,26 milliar dollar. Berapa rupiahkah itu? Silahkan hitung sendiri. Mohon maaf, kalkulator saya tak mampu menampung nol-nya. Hasilnya; tak heran kan Real Madrid jadi klub yang ditakuti di dunia ini, bahkan hingga sempat mendapat julukan Los Galaticos –dari galaksi lain (pemainnya alien semua). Walaupun begitu yaa Madrid tetap aja gak juara tahun ini ya, kalah dari Barcelona yang hanya punya satu alien. Hehehe..Visca Barca!

So, apa pun itu dalam sepakbola karena sudah menjadi sebuah industri, harus ada nilai ekonomisnya. Jersey harus bisa dihitung nilai ekonomisnya. Tiket pertandingan, jadwal, suvenir, bahkan pemain –yang notabene adalah manusia- ada nilai ekonomi di dalamnya.

Alhasil, aksioma yang ada saat ini adalah bila ingin sepakbola berkembang dan maju jadikanlah sepakbola sebagai sebuah industri. Caranya adalah cabut subsidi APBN/D untuk sepakbola. Jual sepakbola dalam berbagai bentuk hak siar. Jual berbagai suvenirnya. Jual beli pemainnya untuk memperkuat tim, dan sebagainya.

Logika dasar seperti itu, kata dosen saya, adalah filosofi logika neoliberal. Mohon maaf bila saya keliru, mungkin waktu kuliah saya sedang terkantuk.

Jadi komentator yang menyelipkan frasa “ganteng maksimal” tadi, itu ternyata ada HARGANYA. Jangan sembarangan di ejek ya, mahal itu..

Salam olahraga,