1:∞ = 0

Ant-man

Ant-Man. Adalah kisah tentang superhero. Fiksi, jelas. Khayalan, iya. Tapi dibungkus dalam industry film yang memikat hati, tentu menjadi sangat menarik. Kita rela membayar untuk disajikan ‘kebohongan dan fantasi’ agar terhibur.

Ant-Man, kisah tentang seorang manusia yang bisa menciut sebesar semut. Itulah kenapa disebut Ant-Man: manusia semut.
Dengan alat yang bisa mengubah jarak antar atom, seorang pria bisa menciutkan tubuhnya hingga menjadi kecil. Namun tanpa kehilangan kekuatan supernya. Ia bias meloncat tinggi, mengangkat benda yang lebih berat dari berat tubuhnya dan juga bias mengendalikan para semut.

Singkat cerita, antman berhasil mengalahkan musuhnya yang sama-sama berukuran seperti semut, yang bermaksud menggunakan alat tersebut untuk melakukan tindak kejahatan.

Insiden di Antman adalah pecahnya alat pengontrol penciutan tubuh itu. Hingga bisa membuat pemakainya menciut terus, terus, dan terus, hingga lebih kecil dari subatom. Namun akhir cerita, pahlawan selalu menang. Dunia tenang dan damai berkat kerja keras antman.

Antman: berapapun besarnya ukuran tubuh kita, berapapun kecilnya perbuatan, betapapun tak berharga dan tak kelihatan, maka setiap yang kecil pun bisa berdampak besar.

Antman: betapapun besarnya ukuran tubuhmu, betapapun perkasa, betapa kuat, betapa hebat, betapa dahsyat, bila di bagi dengan tak terhingga, maka akan sama dengan nol (0). Dibagi besar sekali akan sama dengan nol. Tidak ada. Nothing.

Diri ini kalau dipikir-pikir, dibagi dengan besar dan luasnya dunia, maka hasilnya adalah titik nol.

1:∞ = 0

Pelajaran matematika dasar.

KAMMI Kembali Demo Tolak KenaikanHarga BBM, Serukan Revolusi Hitam

detiknews.com

DIY- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah DI Yogyakarta kembali berunjuk rasa mengecam rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. KAMMI menilai bahwa pemerintah telah tuli, karena tidak mendengar suara protes rakyat lewat unjuk rasa yang dilakukan terus menerus sepekan terakhir ini. Sebelumnya KAMMI juga telah berunjuk rasa saat wakil presiden Budiono datang ke Yogya beberapa waktu lalu.

Unjuk rasa yang bertajuk “Revolusi Hitam” ini digambarkan dengan massa yang berpakaian serba hitam. Revolusi Hitam diartikan sebagai perlunya revolusi dalam pengelolaan minyak yang sering diistilahkan sebagai emas hitam. Mereka juga membawa poster-poster berisikan penolakan kenaikan harga BBM dan berbagai kecaman atas rencana tersebut. Sekitar pukul 10.00 WIB massa berkumpul di bundaran UGM, selanjutnya mereka berkonvoi menuju Tugu Yogya. Lalu melakukan aksi simbolik dengan menuntun motor dari Tugu hingga kantor Pertamina.

Di sela-sela orasinya, Aza El Munadiyan koordinator umum unjuk rasa mengatakan bahwa pemerintah tak lagi mewakili rakyat kalau memaksakan kebijakan menaikkan harga BBM. “Bosan sudah rakyat mendengar alasan klise pemerintah tiap kali harga BBM naik, yaitu; melonjaknya harga minyak dunia. Sudah lebih dari sebelas kali semenjak orde baru harga BBM naik dan alasan yang dipakai selalu sama. Maka sebenarnya hal ini disebabkan oleh kelalaian pemerintah dalam mengelola energi. Pemerintah tak becus mengelola sumber daya energi Indonesia,” tegasnya.

Kenaikan harga BBM, lanjut Aza, hanya akan menimbulkan masalah baru. Kenaikan ini akan berakibat domino terhadap harga bahan pokok.

Akhirnya daya beli masyarakat pun turun karena pendapatan tetap dan menyebabkan menggelembungnya jumlah rakyat miskin. Pemerintah pun tak memberikan solusi jitu mengatasi dampak kenaikan harga BBM ini. “Solusi bantuan tunai tak akan menyelesaikan masalah, malah ada indikasi kuat bahwa mekanisme penyaluran bantuan tunai hanya dijadikan alat politis semata,” kata ketua departemen kebijakan publik KAMMI DIY ini. Baca lebih lanjut

Mahasiswa Tuding SBY Munafik

DIY, KAMMI- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah membohongi rakyat. Banyak kebijakan yang ia lakukan tak sesuai dengan janji-janji yang diucapkan. SBY malah banyak berkutat pada politik pencitraan serta drama politik yang menjemukkan. Maka sebenarnya SBY telah mengkhianati kepercayaan rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saat berunjuk rasa, Kamis (20/10) yang diikuti oleh puluhan orang.

Peserta unjuk rasa berkumpul sekitar jam 10.00 pagi di depan gedung DPRD DIY, selanjutnya dengan dipimpin mobil sound mereka berjalan kaki hingga titik nol kilometer. Mereka membawa spanduk bertuliskan “SBY Bohong, SBY Ingkar Janji,” dan juga “Hentikan Kemunafikan SBY.”

Aza El Munadiyan, kepala departemen Kebijakan Publik KAMMI DIY, menyatakan bahwa SBY berbohong dalam berbagai bidang. Pertama, dalam hal jaminan kebebasan pers ternyata masih banyak pelanggaran. LBH Pers mencatat untuk tahun 2010 ada 66 kasus fisik dan non fisik yang terjadi dan telah menewaskan 4 orang.

Kedua, janji SBY untuk melindungi para TKI hanya pepesan kosong semata. Kasus pelecehan dan kekerasan para TKI masih terjadi di depan mata pemerintah. Bahkan pemerintah tak sanggup membela hukuman mati bagi Ruyati tempo lalu. Baca lebih lanjut

SBY Khianati Rakyat Jogja

"demonstrasi"

aksi kammi SBY khianati rakyat jogja

JOGJA, KAMMI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai telah mengkhianati rakyat Yogya. SBY dianggap mengingkari janjinya untuk menjaga keistimewaan Yogyakarta. Selain itu, SBY juga dinilai gagal dalam meuntaskan persoalan rakyat dan disinyalir bekerja sama dengan asing untuk mengeruk kekayaan Indonesia.

Penilaian itu disampaikan oleh massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam unjuk rasa menolak kedatangan SBY di Yogya, Kamis (13/7). Sebelumnya, massa berkumpul di bunderan UGM. Selaanjtnya, melakukan konvoi menuju Akademi Angkatan Udara (AAU). Puluhan massa mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda berkabung atas matinya hati nurani pemimpin negeri. Massa aksi juga melakukan teatrikal yang menyindir kegagalan SBY sebagai negarawan. Aksi kali ini diisi pula dengan orasi dari perwakilan KAMMI daerah dan komisariat yang ada di daerah Yogya.

Aza El Munadiyan, kepala departemen Kebijakan Publik KAMMI DIY, mengecam SBY karena telah mengkhianati janji untuk menjaga keistimewaan Yogya. Menurutnya, SBY selaku Presiden Indonesia telah menutup telinga dalam mendengar aspirasi rakyat. “SBY harus meminta maaf kepada rakyat Yogya atas pengingkaran janji saat kampanye 2009 yang berjanji mendukung keistimewaan DIY,” tegasnya.

Aza juga memandang bahwa SBY terlalu banyak bersolek. Kasus-kasus besar yang bermunculan hanya ditangani dengan strategi pencitraan semata, seperti mafia hukum, mafia pemilu hingga kasus korupsi yang melibatkan kader Partai Demokrat. “SBY terlalu banyak bersolek dan tidak menunjukkan jati diri sebagai negarawan,” ujarnya. Baca lebih lanjut

SBY Gagal lindungi rakyat, Tuntut mundur Marty dan Muhaimin

"aksi kammi diy"

aksi kammi diy

JOGJA: Tragedi hukuman pancung Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ruyati
binti Satibi semakin mempertegas bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
gagal menjalankan amanat Undang-Undang untuk melindungi segenap tumpah
darah Indonesia.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) D.I Yogyakartamenganggap bahwa eksekusi mati bagi Ruyati merupakan kegagalan pemerintah dalam regulasi perlindungan TKI dan hanya sibuk memoles citra semata. “SBY hanya berupaya melalui retorika dan pencitraan, tapi lemah dalam pembuatan dan pengawalan regulasi perlindungan TKI,” ujar Aza El Munadiyan, Kebijakan Publik KAMMI DIY. Baca lebih lanjut