Minta Hape di Raudhoh

Saya mau cerita lagi. Kali ini bukan tentang pilpres.

Sebenarnya cerita ini sudah saya dengar cukup lama, namun baru kali ini saja saya tuliskan dalam bentuk status. Mumpung status kemarin masih viral. Mumpung jadi buzzer amatiran.

Kisah ini dialami oleh Pak Haji dan temannya.

Jadi begini, dulu Pak Haji dan teman-temannya sowan Rasulullah Saw. Nah, seperti kebanyakan jamaah yang lain, mereka pun berusaha untuk bisa masuk Raudhah. Yang karpet hijau di Masjid Nabawi ya, bukan karpet merah.

Ingat, karpet hijau bukan karpet merah. Besok kalau kamu mau pencitraan di Raudhoh, di ingat tuh. Jangan keliru kayak siapa itu.

Singkat cerita, karena saking khusyuknya teman saya ini ngibadah, ia tidak sadar kalau handphone-nya hilang.

Teman saya bingung bukan kepalang. Ia pusying tenan. Sediih. Sudah dicari kemana-kemana gak ketemu. Di kamar hotel gak ada. Di jalan-jalan apalagi. Nyari di dalam masjid, lha masjid e wae gede tenan.

Mau nyari kemana lagi?

Lalu ia cerita ke Pak Haji dengan raut wajah memelas. “Piye ya carane ben ketemu?”

“Uwes, ngene wae,” jawab Pak Haji. “Kowe saiki sholat taubat maneh neng Raudhah. Sholawat terus dunga sing tenanan ben hape-ne ketemu.”

“Oh, ngono yo. Siyap Pak Haji!”

Singkat cerita, teman saya lalu ngibadah lagi di Raudhah. Walau mesti berdesak-desakkan namun ia rela hati melakukannya. Demi ketemu hapenya lagi.

Ia doa tenanan. Saya kutipkan beberapa kalimatnya, “Ya Allah, mugo-mugo hape kulo ketemu. Hapene niku penting banget je. Rasane wagu tenan, Ya Allah, nek kulo mboten nyekel hape niku..”

Ajaib! Doanya langsung kabul. Tak berapa lama kemudian hapenya ketemu ditempat penitipan barang-barang temuan.

Ia berkali-kali mengucap syukur. Wajahnya sumringah lagi. Happy lagi. Ketawa-ketiwi lagi.

“Pak Haji, ampuh tenan saranmu. Iki lho hapeku langsung ketemu..” katanya.

“Woalah, kowe dunga neng Raudhah tenan?”

“Iyo..”

“Mung jaluk hapemu ketemu..?”

“Iyolah, iki wes ketemu.. Makbul tenan dongane..”

“Kowe kie lho… Kok yo dungamu pas makbul-makbul e jaluk e kok yo mung hape. Woalaaah.. Jooonnnnnn……. jooonnnn….”

Teman saya baru tersadar. Ia lalu tersenyum kecut sambil tertunduk lesu. “Bener juga yo, pas makbul-makbule aku kok yo mung njaluk hape…”

.

.

Kisah nyata. Sudah mengalami editing biar lebih dramatis. Nama sengaja di samarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s