John Lennon Diantara Baswedan dan Ahok

Kemarin Anies Baswedan, calon gubernur DKI merilis pernyataan menanggapi isu soal pernyataan Gubernur DKI; Basuki T. Purnama. Sudah saya cek, pernyataan itu muncul di beranda fanspage Anies Baswedan yang tercentang biru (terverifikasi).

Sontak pernyataan Anies itu menimbulkan kegaduhan (lagi). Yang tidak setuju dengan Anies ramai-ramai membullynya. Lalu kubu yang mendukung Anies ramai-ramai pula membelanya. Dunia fesbukiyah makin terbelah menjadi dua arus besar.

Entah kemana pendukungnya Mas Agus, saya kurang tahu. Tampaknya tim kampanye Mas Agus belum memutuskan terlibat dalam pusaran arus wacana ini. Mungkin sedang melakukan operasi diam-diam, khas militer.

Pilgub DKI rasa pilpres. Itu yang ada di benak banyak orang kini. Dan masih segar dalam ingatan bagaimana pilpres 2014 lalu adalah pertarungan saling serang. Saling sindir, saling menjatuhkan antar kandidat. Sebut saja; isu neolib diangkat, jilbab bagi ibu negara dipersoalkan, pengusaha yang jadi penguasa dipertanyakan, kuda seharga Rp3 miliar diramaikan, kerusuhan Mei 1998 dibuka kembali, soal garis keturunan di kait-kaitkan, dan masalah agama dipolitisasi.

“Pemilihan presiden itu seperti perang nuklir: Siapa yang menyerang lebih dahulu, dialah yang menang,” kata ahli politik Ken Swope, yang saya kuitp dari laman Antara. Medan perang para kandidat itu adalah media. Pertarungan dikemas dalam berita, talkshow dan iklan politik, serta arena pertarungan terpopuler abad ini: media sosial. Yang diramaikan oleh para buzzer, baik yang buzzer robot ataupun buzzer manusia.

Mungkin tim kampanye masing-masing cagub DKI itu sedang mempraktikan strategi ilmu perang, “menyerang adalah pertahanan terbaik.” Saling serang, saling bantah, untuk mendapatkan liputan media. Dan liputan media berkorelasi dengan tingkat popularitas.

“Jika anda membutuhkan publikasi, maka anda harus menyerang. Dijamin anda akan mendapat liputan media,” kata Roger Ailes yang saya kutip dari sumber yang sama. Publikasi melalui pemberitaan media, lanjutnya, akan lebih efektif 30 sampai 40 persen dampaknya ketimbang memasang iklan politik. Bisa menjangkau lebih banyak pemirsa dan lebih dipercaya.

Karena itu politik kini terasa benar mirip hiburan. Sebuah festival, kalau kata Anies. Walaupun sebenarnya festival yang dimaksud Anies adalah festival gagasan, dan saya sependapat dengan hal itu. Walau kenyataannya hal itu belum terwujud.

Karena mirip hiburan, maka para kandidat dan tim suksesnya berubah menjadi selebriti yang ditunggu selalu perkataannya.

Saling serang antar kandidat menjadi santapan, dan porsinya lebih banyak dari mendengar gagasannya. Salah ucap bisa berakibat fatal.

Dan karena saling serang, maka meniscayakan keributan. Lalu menjalar ke berantem, berkelahi, dan adu jotos dalam bentuk komentar di media sosial.

Di tengah keributan inilah kita lupa, bahwa hari ini, 9 Oktober, seorang musisi legendaris lahir; John Lennon. Dan bagi beberapa orang, di tengah hiruk pikuk ini ada yang perlahan-lahan merindukan satu bait dalam lirik lagu “terlarang” itu, “Imagine all the people, Living life in peace…”

— –

Nb: Tentu lagu Imagine- John Lennon, bukan lagu favorit saya. Dan jarang pula saya putar. Itu cuma saya gunakan agar tulisan diatas “sulit nyambung.” Bukan pula saya ingin mempopulerkan lagu itu, lha wong sudah populer.

Saya lebih suka memutar musik John Lennon yang lain, terutama saat ia masih main gitar bersama The Beatles. Misalnya lagu Yesterday atau Norwegian Wood, yang saya dengarkan setelah membaca tulisannya Haruki Murakami dengan judul yang sama.

Penjelasan ini penting saya tulis, agar tidak ada yang salah paham. Maklum, saya ini belum laku. Masih butuh pencitraan. Janganlah karena menulis tentang John Lennon lalu saya dituduh agen Illuminati. Janganlah sejahat itu kepada saya. Wah, bisa gawat nanti…

john-lennon-in-1970

2 thoughts on “John Lennon Diantara Baswedan dan Ahok

  1. Cukup menarik, mas. Cuma mau koreksi aja tapi, Yesterday bukan lagunya John. Creditnya emang Lennon-McCartney tapi itu sepenuhnya buatan Paul. Terlepas dari itu, artikelnya menarik. Saya suka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s